Dan biarkan jiwaku menjadi mimpi
Menjadi serpih lalu menyatu kembali
Bunga,,,wangimu membasuh hadir yang tersamar
Tak resah untuk hidup sarat tersesal
Bunga...dengarkan sepercik riuh yang tersaji di balik semilir bayu menyentuh daun
Lambai,melantun ramah kiasan awan bergerak menyapa
Menatap hati,,,
mencoba menghibur jiwa yang selalu sepi
Selasa, 12 Januari 2010
Jika aku hening dengan sapuan ratri...
Jika aku tak remuk di antara duka menghimpit
Lalu aku yang mengawal tangis
tangis di dahan batas layu
Selalu setengah berbisik,terlewatkan sedikit usik
Dan aku yang mencari,
sesaat tertinggal seribu langkah cuat mengharap
Sebaris asa masih tak ku minta terwujudkan
Aku tak berpikir...
Aku tak berbahasa....
Diam melantunkan lakuku
satu Kata meluapkan laguku..
Seketika tak ku hapus hadirmu yang selalu dekat
Tak mungkin ku minta,,pula miliki
Mungkin seutuhnya
Ataupun segala...
Entah,mungkin inilah jalan cerita
Sesal,sesak....meninggalkan kecewa...
Namun selalu indah pada waktunya....
Jika aku tak remuk di antara duka menghimpit
Lalu aku yang mengawal tangis
tangis di dahan batas layu
Selalu setengah berbisik,terlewatkan sedikit usik
Dan aku yang mencari,
sesaat tertinggal seribu langkah cuat mengharap
Sebaris asa masih tak ku minta terwujudkan
Aku tak berpikir...
Aku tak berbahasa....
Diam melantunkan lakuku
satu Kata meluapkan laguku..
Seketika tak ku hapus hadirmu yang selalu dekat
Tak mungkin ku minta,,pula miliki
Mungkin seutuhnya
Ataupun segala...
Entah,mungkin inilah jalan cerita
Sesal,sesak....meninggalkan kecewa...
Namun selalu indah pada waktunya....
Sepi di awan menghardik mendung beriring tangis
Serpih tititk rima sesali jalan
Memutar,geliat isak di warna pengap hujam cerita
Bunga berjalan sendiri mengitar pelan
tabu di balik fajar menggugah terik
Lalu di antara penat terawal laku,sengau jari mengetuk rindu
Tiada hasrat cipta setaut ruas berakibat,
hanya benar jika tak hingga tertemu janggal
Sebut satu nama yang masih teringat kelak membisik
Lalu pula sulit dengan arti hilang untuk terlupakan.....
Serpih tititk rima sesali jalan
Memutar,geliat isak di warna pengap hujam cerita
Bunga berjalan sendiri mengitar pelan
tabu di balik fajar menggugah terik
Lalu di antara penat terawal laku,sengau jari mengetuk rindu
Tiada hasrat cipta setaut ruas berakibat,
hanya benar jika tak hingga tertemu janggal
Sebut satu nama yang masih teringat kelak membisik
Lalu pula sulit dengan arti hilang untuk terlupakan.....
Kamis, 07 Januari 2010
Minggu, 13 Desember 2009
Jangan kau ganggu hidupku lagi
Sudah jelas kini yang kau mau
Kau sakiti hati ini ‘tuk kesekian kali
Memang ku cinta namun tak begini
Dimana arti sebuah kesetiaan
Bila hanya dalam ketekatan
Ku coba untuk bertahan
Namun aku tak sanggup
Sungguh tak mampu sayangku
Terserah kali ini
Sungguh ku tak kan perduli
Ku tak sanggup lagi
Jalani cinta denganmu
Biarkan ku sendiri
Tanpa bayang-bayangmu lagi
Ku tak sanggup lagi
Mulai kini semua TERSERAH
...gLenN fRedLy...
Waktuku,,,sedetik nafasku,,sehelai ceritaku....
Menyatu... dalam kelam menahan batin beranjak
Sehingga pula rasaku pudar akan hadirmu yang tersamar
Yang masih ku tunggu dengan hati tertatih tetesan tangis
Jenuh mungkin tak sanggup terlupakan
Terlewatkan sedikit caci atau pujian
Pula tawaku kembali kering di antara rusuk sayangku
Dan sembab bagi mereka yang kosong
Kata untukku bukanlah sebuah cinta
Walau hanya untuk sejenak
Tak lain semua tentang kebohongan
Menyatu... dalam kelam menahan batin beranjak
Sehingga pula rasaku pudar akan hadirmu yang tersamar
Yang masih ku tunggu dengan hati tertatih tetesan tangis
Jenuh mungkin tak sanggup terlupakan
Terlewatkan sedikit caci atau pujian
Pula tawaku kembali kering di antara rusuk sayangku
Dan sembab bagi mereka yang kosong
Kata untukku bukanlah sebuah cinta
Walau hanya untuk sejenak
Tak lain semua tentang kebohongan
Semungkinkah cintaku hanya sebatas batin tersendaat nalar sesaat
Juga renungkan tangis pula menghilang di waktu kian termampat
Dan rasamu tinggalkan inginku dalam hidup meretas jenuh
Lerai asa menantang awam berbahasa
Tidakkah dalam pikirmu semua kian nyata
Seketika ku rasa pula gerakmu tersirat gelora
Alurnya melangkah rima berbalik nada yang terhempas sumbang
Dengan sapa yang tak jua ku temui
Biar pun saat itu kamu nyata di depanku.....
Terima kasih karena kini kau t'lah beranjak tinggalkan aku
@yundhee@
Juga renungkan tangis pula menghilang di waktu kian termampat
Dan rasamu tinggalkan inginku dalam hidup meretas jenuh
Lerai asa menantang awam berbahasa
Tidakkah dalam pikirmu semua kian nyata
Seketika ku rasa pula gerakmu tersirat gelora
Alurnya melangkah rima berbalik nada yang terhempas sumbang
Dengan sapa yang tak jua ku temui
Biar pun saat itu kamu nyata di depanku.....
Terima kasih karena kini kau t'lah beranjak tinggalkan aku
@yundhee@
Langganan:
Komentar (Atom)